Sunday, August 17, 2014

We're Hiring!


We're Hiring!!

We're looking for fresh faces to be a part of our team at Lir Shop to start working on September 2014

*****

What are we looking for? 
Two part-timers to work for Lir Shop in daily basis (3-4x a week | 6 hours each)

Who are we looking for?
* We want someone who's quirky enough, easy going, and cheerful. 
* Being crafty is not a must but it would be nice if you have cute hobby
* It's important to be flexible, sensible, and having self-responsibility here..
* Of course, if you're a hard worker and smart~ we'd like you to join us, very much!
*  We want someone who can cook or at least who's willing to learn to cook some very simple recipes and not afraid to get her/his hand rough for dishwashing and gardening.

How to apply?
* Send your CV, online identity (twitter/ facebook/ blog) and photo
* Write a short description about yourself 
(What is your hobby, why are you unique, what do you read, what is your favorite magazine, what do you listen to, what is your favorite movie, what do you like.. and basically, who are you?)

Where?
Hand it yourself to Lir Shop at Jl. Anggrek 1/33, Baciro, Yogyakarta
(Foursquare: https://foursquare.com/venue/23595486)

or


Send it by email to:
lirspace@gmail.com


When? 
Send it NOW! 
(before August 29, 2014)

We're longing to hear from you!

Friday, January 3, 2014

The Memories of Unidentified Experience


*****

The Memories of Unidentified Experience 

Solo exhibition by Dito Yuwono

January 10-31, 2014

Opening:
Friday, January 10, 2014 at 7PM

Venue:
Kedai Kebun Forum
Jl. Tirtodipuran No.3, Yogyakarta

*****


The Memories of Unidentified Experience

What if you went through a phase in your self-history that changed your life completely; yet, your mind can not identify what your body remember? 

What happen in Dito Yuwono’s past was more like a myth. He was haunted by a nostalgia of what the past bring to his present. Using his body as a point of departure, he begin a systematic investigation  and in-depth study of self, body, identity, and self-history.He spent a year occupying a space driven with intense energy of obsession in searching and trying to understand and to experiment beyond his personal aesthetic; using himself as a subject and object of his investigation to seize control of the time and space he once lost. 

Using photography as the main medium, his self-portrait series are presented on transparent medium; portraying the spectral aspect of memories he is trying to materialize. In one way or another, this work serve as a form of expressive therapy and a reconstruction of identity. It is a way for him to cope up with himself, his past, and at the same time doing the one thing that he feared the most: evoking the self to explore the rambling nature of his unstable nature. 

The whole series is appropriated as autobiographical exploration through self portrait; re-telling the strange experience of having no control nor understanding of oneself as a physical being. More than that, this series is about self-acceptance: the desire to learn about himself was meant to feel more ease with who he is through revisiting the past in staged photography with a courage to show how he survived all the gaze and the questions in the past; wearing the wounds like a trophy or a medals of bravery. 

*****

Kenangan-Kenangan atas Pengalaman yang Tidak Teridentifikasi

Hal-hal yang terjadi di masa lalu Dito Yuwono lebih menyerupai mitos. Ia melewati sebuah fase penting dalam sejarah kehidupannya yang hilang dari ingatan namun menyisakan tanda-tanda pada tubuhnya. Menggunakan badannya sebagai titik awal, Dito memulai sebuah investigasi sistematis dan penggalian mendalam atas diri, tubuh, identitas, dan sejarah personal. Ia menghabiskan setahun belakangan di dalam sebuah ruang yang dihidupkan oleh energi obsesif yang intensif dalam mencari dan mencoba memahami masa lalunya sekaligus bereksperimen di luar pilihan estetika personalnya. Hal tersebut membuatnya menjadi subjek dan objek atas investigasi dalam merebut kendali atas ruang dan waktu yang hilang baginya.

Dengan menggunakan fotografi sebagai media utama, seri potret diri tersebut disajikan dalam media semi-transparan; menggambarkan aspek bayang-bayang atas kenangan yang coba diwujudkan ke dalam bentuk material. Karya ini menjadi sebuah bentuk terapi ekspresif dan pembentukan ulang identitas. Ini adalah cara yang dipilihnya untuk berdamai dengan diri sendiri, masa lalu, dan dalam waktu yang bersamaan merupakan hal yang paling ditakutinya: membangkitkan kesadaran diri untuk mengeksplorasi kebingungannya atas ketidakstabilan kondisi tersebut. 

Keseluruhan seri ini dimaksudkan sebagai eksplorasi autobiografis melalui foto diri; menceritakan ulang pengalaman janggal yang dialaminya saat tidak memiliki kontrol maupun pemahaman atas diri sebagai makhluk fisik. Ia kembali mengunjungi masa lalu dengan keberanian untuk menunjukkan betapa ia telah bertahan dari seluruh pandangan dan pertanyaan yang kerap dihadapinya di masa lalu. Hal ini membuatnya bisa mengenakan bekas luka dan sayatan layaknya tropi dan medali keberanian. (Mira Asriningtyas)

Tuesday, December 10, 2013

"KITA KITS!"


*****



"KITA KITS!" 

Creative Encounter Between Two Cities: Manila X Jogja 

----------------------------------------------------------------

Mural Collaboration and Dialogue:

Tuesday, December 10 2013 | 10AM to 4PM
Dex Fernandez X Terra Bajraghosa

Wednesday, December 11 2013 | 10AM to 4PM
Dex Fernandez X Prihatmoko Moki

Thursday, December 12 2013 | 10AM to 4PM
Dex Fernandez X Farid Stevy Asta 

at
Lir Space
Jl.Anggrek 1/33, Baciro
Yogyakarta

Saturday, December 7, 2013

BJ Bloghopping!


*****
“BJ Bloghopping”: Kompetisi Blog Kreatif BJXII
Untuk menjaring komunitas blogger dan komunitas kreatif generasi muda, BJXII menyelenggarakan “BJ Bloghopping”: Kompetisi Blog Kreatif bekerjasama dengan LIR Shop/Space yang akan dijalankan selama bulan November-Desember 2013. Kompetisi ini akan menggunakan integrasi berbagai platform online dan social media untuk merespon karya-karya serta program-program Biennale Jogja secara kreatif. 3 Pemenang Utama akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, akun domain sesuai pilihan (apabila tersedia) selama 1 tahun, dan sertifikat. Sebagai bagian dari rangkaian acara Biennale Jogja XII: Equator #2, Pengumuman Pemenang dilakukan bersama dengan pembukaan pameran “Top-10 BJ Bloghopping” di Lir Space, awal Januari 2014. Blog yang masuk 10 besar ini akan dipamerkan di Lir Space selama 1 minggu.
*****
Ketentuan Lomba:
1. Pendaftaran lomba tidak dipungut biaya apapun (gratis)
2. Peserta bersifat umum dari segala usia
3. Jenis entry: art review, event review, fashion blog, photo blog, blog series (lebih dari satu entry dengan benang merah tertentu)
4. Jenis blog: weblog (wordpress, blogger, web pribadi, etc) atau miniblog (tumblr).
5. Posting bisa berupa foto, tulisan, atau gabungan keduanya.
6. Tulisan bisa dibuat dalam Indonesia atau bahasa Inggris.
7. Posting bisa dibuat di dalam blog pribadi yang sudah aktif atau bisa juga membuat blog baru khusus untuk “BJ Bloghopping”
8. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 3 November 2013 dan ditutup pada tanggal 29 Desember 2013
9. Cara pendaftaran:
(wajib) kirimkan link ke email BlogBJ@biennalejogja.org dengan format sebagai berikut:
Subject: [BJ Bloghopping] [Nama Lengkap] [Judul Blog] [Judul Entry]
Isi: [BJ Bloghopping] [Nama Lengkap / TTL / Email / No.HP] [Judul Blog] [Judul Entry] [link]
contoh:
to: BlogBJ@biennalejogja.org
Subject: [BJ Bloghopping] [Dwi Nugraha] [DN's Blog] [Jalan-Jalan ke Biennale Jogja]
Isi: [BJ Bloghopping]
[Dwi Nugraha / Yogyakarta, 27 Desember 1986 / dwin_oke@email.com / 08776655443]
[DN's Blog]
[Jalan-Jalan ke Biennale Jogja]
[http://dnblog.blogspot.com/2013/10/jalan-jalan-ke-biennale-jogja/]
10. (opsional) Publikasikan Blog BJ Anda dengan submit link ke twitter @BiennaleJogja dengan format [Judul Entry] [Link] [#BJBlogHop]
contoh:
@BiennaleJogja [Jalan-Jalan ke Biennale Jogja] [http://dnblog.blogspot.com/2013/10/jalan-jalan-ke-biennale-jogja/] #BJBlogHop
11. Konten pemenang 10 besar BJ Bloghopping menjadi milik Panitia Biennale Jogja XII dan dapat disebarluaskan atau dipublikasikan.

12. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
*****
Tim Juri:
- Farah Wardani (IVAA – Direktur Artistik Biennale Jogja XII)
- Ria Papermoon (Papermoon Puppet Theater – blogger)
- Wimo Ambala Bayang (Ruang Mes56)
Kriteria penilaian:
- kualitas isi (foto, tulisan, sudut pandang unik/ perspektif)
- bentuk visual blog atraktif dan baik
- kreativitas penyajian, isi mampu memperkaya pembaca, menarik, komunikatif, menghibur, dan kaya informasi.
- nilai tambahan bagi blog series (beberapa posting blog yang diunggah dalam waktu berbeda dan disatukan dengan satu benang merah)
- deadline pengumpulan karya: 29 Desember 2013
Ketentuan entri:
- judul bebas sesuai tema
- jenis entri: review acara/ kritik seni/ review seni/ artist profile/ blog series/ photo blog/ fashion blog / creative writing yang terinspirasi oleh karya atau acara BJ XII.
Topik:
Rangkaian acara BJ XII/ Pararel Event BJ XII / Festival Equator / Seniman BJ XII / Karya seni yang ditampilkan dalam BJ XII
Pengumuman pemenang: 4 Januari 2014
Hadiah:
2 jt + sertifikat dan domain
1 jt + sertifikat dan domain
500rb + sertifikat dan domain
Info lebih lanjut kontak Tiara (0857-298-1500-4)

*****